
Saba adalah pulau yang berupa gunung yang kebetulan berada di tengah laut. Seluruh wilayahnya — yang luasnya hampir 13 kilometer persegi — merupakan lereng curam dari satu gunung berapi tunggal, Mount Scenery, yang menjulang langsung dari Laut Karibia di bagian utara Lesser Antilles. Dengan ketinggian 870 meter, puncaknya merupakan titik tertinggi di seluruh Kerajaan Belanda, di mana Saba adalah kotamadya khusus terkecil, dan secara teknis puncak ini adalah gunung berapi aktif paling utara di wilayah tersebut, meskipun telah tidak aktif selama kurang lebih 400 tahun. Dengan sekitar 2.150 penduduk, Saba adalah wilayah dengan populasi permanen terkecil di benua Amerika, dan ibu kotanya bernama The Bottom, sebuah nama yang membuat pengunjung harus mendaki terus-menerus dari laut hanya untuk tiba di tempat yang dinamai berdasarkan cekungan tempat kota itu berada.
Kecuraman vulkanik yang sama menjelaskan mengapa Saba tidak pernah menjadi resor Karibia pada umumnya: pulau ini hampir tidak memiliki pantai alami, hanya tebing curam yang langsung jatuh ke perairan dalam. Apa yang hilang dari para penikmat matahari, digantikan oleh keunggulan lainnya. Perairan di sekitarnya membentuk taman laut yang dilindungi dengan puluhan lokasi menyelam dan beberapa terumbu karang paling sehat di kawasan ini, sementara lereng di atasnya mendaki melalui hutan hujan hingga mencapai hutan awan yang berkabut di puncaknya, yang dihiasi dengan jalur pendakian. Penduduk Saba menyebut rumah mereka sebagai "The Unspoiled Queen" (Ratu yang Tak Terjamah), dan melindunginya dengan sungguh-sungguh. Bahkan kedatangan di pulau ini merupakan sebuah peristiwa tersendiri: pesawat mendarat di Bandara Juancho E. Yrausquin, yang memiliki landasan pacu komersial terpendek di dunia, yang dibangun di atas hamparan lava datar di antara tebing dan laut.
- Ibu kota - The Bottom
- Bahasa - Inggris (Belanda sebagai bahasa resmi)
- Status - Kotamadya khusus Belanda (Karibia Belanda / BES)
- Titik tertinggi - Mount Scenery, 870 m — tertinggi di Kerajaan Belanda
